Language

5 Upcoming Event ()


5 Latest Articles ()


MyCSSMenu Save Document

Peraturan Perundangan


 

Pesta Laut Bontang Masuk Kalen

(Update : 17 November 2005)

Dua agenda pergelaran budaya Bontang yakni Pesta Laut Bontang Kuala dan Erau Pelas Benua bakal masuk kalender nasional mulai 2011. Namun demikian masih ada kendala utama dalam menggelar pesta budaya ini, misalnya ketiadaan anggaran. Padahal tiap tahun biaya meningkat. Untuk 2011 biaya diprediksi menjadi Rp 200 juta.
Sejak Kamis (16/12) hingga Selasa (21/12) Pesta Laut Bontang Kuala digelar. Saat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)Bontang tengah memperjuangkan kegiatan ini masuk kalender wisata nasional.
“Kami berharap tahun depan hal itu dapat terwujud. Sebab, dua agenda pesta adat itu sangat potensial untuk menarik wisatawan berkunjung ke Bontang,” tegas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bontang Aliyudin, Kamis (16/12), ketika menghadiri pembukaan Pesta Laut di anjungan Bontang Kuala.
 Ia yakin, jika masuk agenda nasional, maka nama Bontang bisa terangkat. Alasannya semua mata akan ikut tertuju ke Kota Taman untuk menyaksikan dua agenda kebudayaan daerah tersebut.  Di samping itu, di Bontang banyak orang asing yang bekerja di 2 perusahaan raksasa di Bontang, yakni PT Pupuk Kaltim dan Badak NGL. “Itu pasti. Saya yakin itu. Dengan adanya hal itu, maka imbasnya ke dunia pariwisata kita. Pasti akan banyak wisatawan datang kemari untuk menyaksikan Pesta Laut dan Erau Pelas Benua ,” terangnya.
Karena bakal menjadi agenda nasional, Disbudpar Bontang akan mengalokasikan anggaran. Namun ketika ditanya berapa besar anggarannya, Ali menjawab serius. “ Saat ini kami  tengah menggodoknya. “Kami masih mematangkan perencanaanya. Baru setelah itu kita ajukan,” ucapnya.
Wali Kota Bontang Andy Sofyan Hasdam menyambut baik hal itu. Sebab kata wali kota yang sukses memimpin Bontang selama dua periode itu, warisan kebudayaan harus terus dilestarikan. “Ini budaya kita. Warisan nenek moyang kita. Harus tetap kita jaga dan lestarikan. Sebab itulah identitas kita,” sebutnya.
Ketua Panitia Pesta Laut Jafar HJ mengatakan, sejak digelar rutin tahun 1996, sampai sekarang, pesta laut tak pernah lepas dari kesulitan pendanaan.
Untuk 3 tahun terakhir saja, pendanaannya seret. Sumber dananya dari pemerintah kota (Pemkot) Bontang. “Keluar sih keluar Mas dananya, tapi lama. Bahkan setelah acara selesai,” terang dia. Tahun 2008, anggaran yang dipakai Rp 50 juta, 2009 naik jadi Rp 75 juta. Baru pada 2010 menyentuh angka Rp 100 juta. “Tahun depan diprediksi jadi Rp 200 juta,” tegasnya. (*/ml/che)

 

5 Latest News ()

Counter Pengunjung

Link